Part IV. Betapa Hancurnya Hati ini....

L is for the way you look at me
O is for the only one I see
V is very-very extraordinary, and
E is even more than anyone that you’re adore
(Tompi - LOVE)
1.30 pm
Wew... akhirnya kenyang juga, setelah maem soto yang maknyuss itu... kini gw bertiga udah di rumah... tepatnya di serambi... gw suruh si Syaikhul liat keadaan rumah, apakah sepi ato udah pada bangun.. Oke.. sepeninggal Syaikhul, gw tinggal sama Abi...

Syaikhul thought different

1.45 pm
Gw ama Abi tiba-tiba kedatangan seorang cowok (tamu) yang macho gitu deh... kayaknya masih SMA gitu... Dia nanya, "Mas, Tinanya Ada Di rumah?". Gw jawab, "Ada". Trus dia nyelonong aja masuk ke halaman. Muka gw ama Abi tiba-tiba berubah jadi masam... Gw langsung berpikir kalo cowok tadi adalah kekasihnya Tina. Buktinya, blum juga ketuk pintu, si Tina udah nungguin di depan pintu kayak punguk merindukan bulan gitu deh.... Uhhh... nggak tau kenapa kok hatiku hancur ya.... Ihh... melankolisnya mode on.....
Semula ku tak yakin, kau lakukan ini padaku
Meski di hati merasa,
Kau berubah saat kau mengenal dia.....

Bila cinta tak lagi untukku,
Bila hati tak lagi padaku,
Mengapa harus,
Dia yang merebut dirimu ..oooooo..
Bila aku tak baik untukmu,
Dan bila dia bahagian dirimu...
Aku kan pergi meski hati tak akan rela......
(Ressa Herlambang - Menyesal)
Wahhh... beneran deh.... gw sempat gak terima juga sih... itu gw.. apalagi Syaikhul.... Saat gw menginformasikan ke Syaikhul, dia terlihat bener-bener terpukul sekali.... Udah kagak dapet fotonya barang se-frame-pun, kini dia pun harus direbut ama si Bendol (nama samaran).

Tiba-tiba si Bu Neneng, beliin makan siang... tau nggak apa coba? Yak... Soto yang sama dengan yang tadi gw makan... Edan... kenyang bu.... tapi ya mo gimana lagi.... walopun makan en kenyang... wajah en raut muka gw en Syaikul masih amburakral... sementara si Abi mah fine-fine aja... karena dia nggak Tina-Oriented, tapi Bendol-Oriented.. heahahahaha... canda Bi...

Abi didn't care.. He kept his move on his PDA-likely-phone

2.00 pm
Udah kenyang banget... akhirnya gw bertiga menutuskan untuk pulang ke Jogja kembali.... tapi terlebih dulu harus pamitan ke semua penghuni, termasuk Tina yang makin asik aja berduaan di depan serambi... sementara gw bertiga ada di belakang lagi packing... Di saat akhir Bu Neneng sedikit ngobrol dulu sama Syaikhul... en lagi-lagi gw en Abi jadi obat nyamuk... cuman bisa ketawa-ketiwi nggak jelas... tapi overall terima kasih buat Bu Neneng yang dermawan, yang baik dan supel. Buat Simbah juga, yang perhatian dengan kata "sarapan". Buat Pak Slamet en Rizal yang mungkin bisa bikin MoU hehehe... en need not to mentioned, Tina, tengks for you hurting my heart... tengs for you dreaming anyway instead of the sucks reality... Fyuh... hal tersuit dalam hidupku waktu itu adalah salaman dengan Tina. Gw ingin merasakan kelembutan jari-jarinya untuk yang terakhir kali... ingin melihat senyumannya yang indah untuk yang terajhir kali.... Namun, senyumnya sekarang lebih lepas... mungkin dia seneng aja, karena udah nggak ada pengganggu-pengganggu lagi di rumahnya.... Oke... Gw akui kekalahan gw...

Pain... Hopeless...
Seminggu setelah kau pergi,
teman silih berganti menghiburku...
Berkata semua teratasi..
Kan terus sembuyi
di balik senyum palsuku..
dengar dirimu.. tak sendiri lagi...

Betapa hancurnya..
Hati dan jiwaku...
(SO7 - Betapa)
Waiting the Bus from the Sorrow City

3.00 pm
My life is brilliant.
My love is pure.
I saw an angel.
Of that I'm sure.
She smiled at me on the subway.
She was with another man.
But I won't lose no sleep on that,
'Cause I've got a plan.

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
I saw your face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.

Yeah, she caught my eye,
As we walked on by.
She could see from my face that I was,
Fucking high,
And I don't think that I'll see her again,
But we shared a moment that will last till the end.

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
I saw your face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
There must be an angel with a smile on her face,
When she thought up that I should be with you.
But it's time to face the truth,
I will never be with you.
(James Blunt - You're Beautiful)
Setelah... mengikhlaskan segalanya.... nampaknya perjalanan di Bantul Lautan Tangis ini harus diakhiri... Sekain dan terimakasih deh buat semua pembaca yang udah nungguin... yang udah comment en repon cerita empat bagian ini... Cerita ini tidk akan ada tanpa kalian... tanpa Tina (nama Tina disamarkan, udah tau kan)... Semoga Tina bahagia.... Semoga gw bisa kembali lagi ke sana... walaupun nggak kenal... Seiring perjalanan gw ke Jogja, gw melihat rona-rona kehidupan yang menakjubkan... inilah sari pati hidup kata Andrea Hirata... Bye...


Komentar