Tragedi Pasuruan : 21 Tewas untuk berebut Rp 30.000



Gw shock aja ngelihat berita ini diturunkan di TV-One tadi maghrib. Ya... apalagi kalo bukan tragedi zakat yang terjadi di Pasuruan, Jawa Timur... Gw sempat terhenyak menyaksikan ratusan orang berebut tempat untuk mengantri zakat sebesar 30.000 rupiah.... And.. parahnya lagi 21 orang meninggal dunia.. hanya gara-gara mengantri zakat...

What The H*ll ?

Seberapa miskin sih negeri ini sampai-sampai rakyatnya yang hanya memperebutkan 30.000 rupiah saja sudah seperti mempertaruhkan nyawa bak di medan perang.... Apa yang pemerintah bisa lakukan untuk ini... Coba bandingkan dengan kondisi anggota wakil rakyat... (agaknya kurang pantas... pantesnya anggota parlemen aja).. mereka nggak melakukan apa-apa aja duit 30 juta mengalir dengan sendirinya.... Kalo dibut skala.. 30 ribu dibandingkan 30 juta sangatlah besar.... 1 persen dari 30 juta... Na'udzubillah...

Data kemiskinan di Indonesia itu mencapai angka 35 juta jiwa... (secara kualititif)... Secara kuantitatif pasti masih banyak lagi... Nah, harusnya, menurut UUD 1945 kan dipelihara negara.. tapi... ternyata negara tidak memelihara... Apa bedanya kasus pasuruan denganb kasus BLT??? Sama aja?? Cuman kalo 10 kali ikutan zakat di pasuruan sama dengan BLT.. Nggak lebih...

Kita, umat muslim, wajib mengeluarkan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal.. Namun bukan seperti kasus Pasuruan itu...

"Sekalipun zakat itu wajib, tapi kalau sudah mengetahui dampaknya seperti itu menjadi haram hukumnya. Karena akan membawa mudharat bagi banyak orang," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan kepada okezone per telepon, Selasa (16/9/2008)." [okezone]

Kasus kematian 21 orang di Pasuruan saat pembagian zakat kemarin menjadi cerminan tipisnya antara riya (kesombongan) dengan kepedulian/rasa kemanusiaan. fenomena pembagian zakat seperti yang terjadi di Pasuruan tak jauh berbeda dengan sikap pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan dengan membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Padahal langkah seperti pembagian zakat atau BLT seperti yang dilakukan tersebut justru menunjukan bahwa negara belum mampu membangun sebuah kesejahteraan. Dan untuk menutupi kekurangan itu maka ia berusaha menujukkan kepeduliaan dengan membagi-bagi kan uang BLT. [okezone]


Dari data wikipedia.org di atas... Ternyata 52,4% dari sekitar 228,278,928 jiwa di Indonesia (versi BPS), berpenghasilan dibawah 2 dollar amerika sehari = 18.000, dan 7,5% dari jumlah populasi itu hidup dengan cozt living dibawah 1 dollar seharinya... Ini benar-benar sebuah ketimpangan yang teramat sangat timpang...

Kembali ke tragedi zakat, presiden SBY semakin disibukkan oleh sms dari masyarakat yang isinya mencaci maki dirinya... seperti yang diungkapkan okezone.

Inilah bukti sentralisasi peradaban yang menggila... mengorbankan satu sisi mata uang di satu tanah air yang sama-sama membesarkan... ini baru masalah kemiskinan.. blum merambat ke masalah yang lain...

Sadarkah kita sebagai generasi penerus bangsa??

Komentar

astharea mengatakan…
Mesaake Indonesia iki...
suhu mengatakan…
http://www.cnn.com/2008/WORLD/asiapcf/09/16/indonesia.stampede/

kalau menurut ini, empat puluh ribu. Jadi mana yang benar? tiga puluh ribu atau empat puluh ribu.

Ini harus kita luruskan.

*jati diri orang Indonesia seutuhnya, suka nyari-nyari salah yang gak penting*.
Sony Adam S mengatakan…
Buat Mas Suhu...

Yang bener itu 30.000.. coba Mas Suhu denger di segala televisi... en lagi-lagi itu berita dari CNN berarti jauh kan?? Nggak Local... Yang benar sekali lagi (saya melihat dengan mata-kepala sendiri, siaran di televisi).. besar zakat 30.000