Catatan Afgan...


Gak tau tuh.. si Afgan sering banget nulis-nulis catatan-nya... Ya.. kadang ada yang menyentuh, ada yang agaknya pretending.. ada yang keren.. ada yang mengesakanNya.. de el el...

contoh 1.

Jika Nabi Muhammad datang ke rumahmu,
Untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu. Tanpa kabar apa-apa sebelumnya.
Apakah yang akan kau lakukan untuknya?

Akankah kau sembunyikan buku duniamu,
Lalu kau keluarkan dengan cepat kitab hadits di rak buku? Atau akankah kau sembunyikan majalah-majalahmu.
Dan kau hiasi mejamu dengan Qur'an yang telah berdebu?

Akankah kau masih melihat acara infotainment di TV,
Atau dengan cepat kau matikan sebelum dilihat Nabi? Maukan kau mengajak Nabi berkunjung ke tempat yang biasa kau datangi.
Ataukah dengan cepat rencanamu kau ganti?

Akankah kau bahagia jika Nabi memperpanjang kunjungannya,
Atau kau malah tersiksa karena banyak yang harus kau sembunyikan darinya?

Jika Nabi Muhammad tiba-tiba ingin menyaksikan.
Akankah kau tetap mengerjakan pekerjaan yang sehari¬-hari biasa kau lakukan?,

Akankah kau berkata-kata seperti apa yang sehari-hari kau katakan?
Akankah kau jalankan sewajarnya hidupmu seperti halnya jika Nabi tidak kerumahmu?

Sangatlah menarik untuk tahu Apa yang akan kau lakukan
Jika Nabi Muhammad datang, mengetuk pintu rumahmu.

Contoh 2.
Dua orang pria keduanya menderita sakit keras sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru¬-parunya. Kebetulan tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.

Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga; rumah; pekerjaan; keterlibatan mereka di ketentaraan; dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah, itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah."

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat percaya dirinya bertambah

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk didekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.

Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan satu minggu pun berlalu.

Suatu pagi perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab, bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta, bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.

"Barangkali, ia ingin memberimu semangat hidup", kata perawat itu.
------

Itulah beberapa curahan hati Afgan.... hm... bagus juga bahasanya... cocok jadiin buku ala Kahlil Gibran...

Komentar

A.S. Hasan mengatakan…
afgan? afgansyah reza !! a indo singer??
maaf km dapet dr mana y? ato km temannya?
catatan nya, bagus pemilihan katanya. berbakat jd penulis.. :)
Unknown mengatakan…
aQ pernah baca e-book yg isinya 2 cerita ini.mungkin afghan membaca dr sumber lain.dan menulisnya kembali
sony mengatakan…
oiya????

aku copaz dario FBnya afgan...