Lantak: Proses Kreatif


Yay!

Buku selanjutnya karya gue yang mau gue bahas adalah "Lantak". Iya, hampir sama dengan "The Book of Your Lies". Ini adalah buku senandika yang ditulis dalam Bahasa Indonesia. Iya, lebih gampang dimengerti. 

Buku ini bercerita tentang gw yang ngebucin selama tahun 2015-2016.

Receh emang, tapi gw merasa perjalanan gw bangkit dari rasa hancur itu yang perlu dimiliki oleh pembaca buku ini. Namanya juga manusia, kita pasti pernah berproses menjadi bodoh. Bodoh yang paripurna. Berkali-kali masuk ke lubang jebakan beruang dan termakan tipuan-tipuan yang bermacam-macam. Bukan itu poin dalam buku ini. Itu hanyalah the sugar coating

Di zaman media sosial seperti sekarang ini, gangguan mental bisa datang kapan saja dan disadari atau tidak mungkin kamu juga mengidapnya sekarang. Mungkin objeknya bukan tentang roman picisan antara dua entitas yang berbeda karakter, namun lebih dari itu, bisa jadi objekmu adalah hal-hal lain mulai dari quarter life crisis, tekanan lingkungan, bully, pekerjaan, and so many life problems lainnya. 

Buku ini mengajak kamu untuk merayakan semua bentuk kehilangan. Semua bentuk kehancuran. Karena memang tidak ada yang abadi di dunia ini. Semuanya, suatu saat nanti akan berakhir dan berhenti. 

Sampai dibikinin quote sama Berdikari

Bagaimana proses kreatifnya?

Untung saja, selama tahun-tahun 2015-2016 itu gue rajin banget bikin tulisan/notes di HP gue. Entah itu di Google Keep atau di Simplenote. Kadang kalau pas lagi di site sana, kalau malem-malem nggak bisa tidur, biasanya gue nulis sesuatu dulu yang sesuai dengan apa yang gue rasakan saat itu.

Layar kerja Google Keep gue yang sebenernya nggak penting dibagikan :D

Sehingga, proses penulisan Lantak ini hanya sebulan saja. Karena memang bahannya sudah ada. Walaupun sebagian perlu ditambah memang. Dan banyak juga dari catatan-catatan gue yang nggak gue masukin karena emang nggak pas aja.

Proses lainnya ya selalu gue kerjain di HP. Bahkan sewaktu gue ke Jakarta aja gue bisa ngerjain ini sembari menunggu kedatangan kereta dan selama berkereta. Daripada waktu terbuang percuma, gue bisa membuatnya tidak sia-sia kan? Hehuehue..

Kalau ditanya, kok istilahnya susah-susah, ada beberapa yang terlalu sastrais, ada beberapa pula yang terlalu saintis. Gue sih berharap pembaca nggak males untuk mencari tahu, kan ada fasilitas yng bernama Google bisa digunakan untuk mencari tahu maksud dari istilah-istilah yang mungkin terlihat susah itu. Dengan proses itulah sebenarnya pengetahuan kita akan bertambah dengan sendirinya. 

***

Komentar

Nentis Striyuni mengatakan…
kalau kayak gini bisa jadi konten youtube gak?
Sony Adams mengatakan…
Lha kan udah ada kontennya... kwkwkwkw... Lantak: Booktalk
Gama Perkasa mengatakan…
Setelah lihat postingan ini jd pengen baca bukumu. :D
Belum sempet baca buku mu.
Keep on son. Mantab.
Sony Adams mengatakan…
Setelah lihat postingan ini jd pengen baca bukumu. :D
Belum sempet baca buku mu.
Keep on son. Mantab.

>> Baca lah.. yang mana aja boleh... XD