Kalau Gue Bisa Bikin Kurikulum 2045

Sumber: Sini


Sedikit mengkhayal boleh kali ya.

Sebelumnya gue bukan menteri pendidikan, bukan juga politisi, dan juga bukan elit partai yang ingin gimana-gimana. Gue cuman agak kasihan dengan sistem pendidikan di negeri ini. Secara makro mungkin sudah bagus. Namun, apa sih yang bisa dibanggakan? Tingkat literasi? Tetap segitu-segitu aja tingkat literasi orang kita. Mereka lebih suka membaca berita di grup whatsapp darimana mencari tahu sendiri dan studi literasi di perpustakaan. Lihat pengunjung gramedia? Gue yang kerja di dunia perbukuan aja harus mati-matian untuk membuat toko buku rame kembali. What’s wrong with our education system?

Ini hanyalah angan-angan gue ya karena tentunya gue sudah tidak mengenyam bangku sekolah. Cuman gue dan teman-teman gue suka mengeluh sebenernya untuk apa ini dipelajari. Misalnya, kita belajar teori bilangan kompleks. Ya untuk apa kita belajar itu ketika sama sekali tidak digunakan di kehidupan sehari-hari. Waktu kita habis untuk mempelajari sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan kita, bukan? Menurut hemat saya, yang namanya matematika itu ya cukup aritmetika saja sudah oke. Menghitung luas dan volum, okelah. Tapi menghitung trigonometri dan logaritma tidak ada perlunya di kehidupan sehari-hari misalnya gue seorang petani let say. Atau gue jadi pedagang. Yang gue butuhkan adalah teori tentang menghitung finansial gue. Terus menghitung harga. Menghitung luas area pertanian gue kalau memang diperlukan. Atau paling selo ketika gue menghitung probabilitas hasil panen gue menggunakan deret Taylor. Kan, makin nggak make sense, ya walau unik sih. 

Akankah akan lebih baik jika pelajaran yang berat itu memang dipelajari oleh orang-orang yang berminat di sana. Mereka pasti minat dan passion di sana dan tidak akan mengeluh jika memang pelajaran yang didapat tidak digunakan sama sekali selanjutnya. Karena diharapkan dengan menyukai bidang tertentu, maka ia akan dapat menghasilkan uang dari bidang tersebut. Ini yang dilupakan oleh sistem.

Nah, sistem kita emang udah menciptakan sarjana/guru untuk masing-masing bidang pelajaran. Lha ini ya pasti akan butuh lapangan pekerjaan menjadi guru yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Inilah yang susah. Plus, mindset guru untuk mengajar juga kurang. Akhirnya murid nggak puas dengan pelajaran di sekolah dan pergi ke les-lesan di luar sekolah karena gurunya lebih asyik daripada guru di sekolahan. Banyak banget sih faktor-faktor yang bikin sistem pendidikan kita semakin ruwet. Belum lagi guru disuruh bikin RPK yang tebelnya bukan main. Ini kan menghabiskan waktu. Mending dari Dinas Pendidikan itu sudah ditetapkan materinya ini-ini-ini.. Sistemnya begini.. Kan nggak perlu repot.

Satuan Kerja Guru

Syarat (S1/D3 Keguruan/Non-Keguruan dengan AK4)

SD

SMP

SMA

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

Agama

Ilmu Agama, Teologi, Fiqh, dll

TPA/IMTAQ

IMTAQ

IMTAQ

PROJECT

Matematika

Matematika, Statistika

BERHITUNG

BERHITUNG

MATEMATIKA

Bahasa Indonesia

Sastra Indonesia

MEMBACA, MENULIS, BERBICARA

MMB

MMB

Bahasa Inggris

Sastra Inggris




INGGRIS

INGGRIS TOEIC

INGGRIS TOEFL

Bahasa Jawa/Lokal

Sastra Nusantara







BHS DAERAH



Bahasa Lain

Sastra lainnya







BHS ASING

BHS ASING

Fisika

Ilmu Fisika, Fisika, Teknik Fisika, Teknik Nuklir, Teknik Sipil




ILMU ALAM

SAINS

FISIKA

Kimia

Ilmu Kimia, Kimia, Teknik Kimia




KIMIA

Biologi

Ilmu Biologi, Biologi, Biokimia, Pertanian, Kehutanan, Teknik Pertanian




BIOLOGI

Geosains

T. Geologi, Geofisika, T. Geodesi, T. Geomatika, Teknik Geofisika, GIS




ILMU KBMIAN & BCN

GEOSAINS

Sejarah

Ilmu Sejarah, Sejarah




SEJARAH

SJRH INDONESIA

SEJARAH DUNIA

Ekonomi

Ilmu Ekonomi, Ekonomi, Manajemen, Administrasi Negara




ILMU SOSIAL

ILSOS

EKONOMI

Sosiologi

Ilmu Sosiologi, Sosiologi, Antropologi




SOSIOLOGI

Tata Negara

Hukum




PANCASILA

TATA NEGARA

Politik & Kependudukan

Ilmu Politik, Geografi Kependudukan, Ilmu Pemerintahan




GEOGRAFI & GEOPOL

Seni Budaya

Seni Musik, Seni Tari

SENI

SENI

SENI

TIK

Ilmu Komputer, Elektronika dan Instrumentasi, T. Elektro

KOMPUTER

PEMROGRAMAN

PEMROGRAMAN

Penjaskes

Ilmu Olahraga, Ilmu Kesehatan, Gizi dan Kesehatan

PENJASKES

PENJASKES

KESEHATAN

Filsafat

Filsafat

MORAL

LOGIKA

FILSAFAT



Jadi ide liar gue adalah semua lulusan kuliahan manapun bisa jadi guru, namun universitas pendidikan tentunya diprioritaskan, dan untuk yang non-keguruan diwajibkan mempunyai sertifikat mikro teaching yang didapat dari universitas pendidikan/keguruan. Ada mata kuliah matrikulasi yang langsung pragmatis untuk menyiapkan mereka yang tidak paham bagaimana caranya mengajar yang bisa diambil seperti Logika, Pancasila, Metode Pembelajaran, Pedoman Penilaian, dan sebagainya. Mengapa penting? Karena untuk menjaga kualitas pengajar dengan baik. Matrikulasi dilangsungkan selama satu semester saja dan wajib untuk universitas pendidikan dengan biaya yang sama dengan biaya KKN (bagusnya sih sekitar 1 juta cukup). Untuk mereka non-universitas keguruan yang ingin mengambil matrikulasi ini, boleh saja dengan biaya yang agak lebih mahal (misalnya 2 jt). 

Setelah mendapatkan seritifikat matrikulasi, guru dapat melamar posisi guru di pos-pos satuan kerja guru di setiap sekolah. 

Apa bedanya kurikulum 2045 ala-ala ini?

Di sini saya mengganti nama dari masing-masing mata pelajaran. Agama menjadi Imtaq, Matematika menjadi Berhitung, Bahasa Indonesia menjadi Membaca, dan sebagainya. 

Untuk kelas 1 sampai dengan 3 SD

Pelajaran yang wajib adalah:

Imtaq, Berhitung, MMB (Menulis, Membaca, dan Berbicara), Seni, Komputer, Penjaskes, dan Moral. Cukup 7 pelajaran saja. Jadi beban siswa sangat ringan dan tidak super amazing otak si kecil mencerna pelajaran. Kemudian, di umur ini karena masih suka bermain, maka hal yang berbau fisik dan kreativitas lebih ditonjolkan. Satu hal yang ditekankan di sini adalah, pelajaran Imtaq tidak harus dilakukan di sekolah. Orangtua murid bebas ingin memasukkan anaknya di TPA luar sekolah juga boleh. Pun, bagi yang tidak didaftarkan TPA, atau orangtuanya tidak mau mendampingi sendiri pengajaran Imtaq anaknya, sekolah memfasilitasi pelajaran Imtaq di hari Jumat saja menjelang ibadah Jumat. Tidak ada penilaian Imtaq untuk anak, makanya lebih disarankan untuk mendaftar TPA di sore hari. 

Pelajaran Seni disesuikan dengan minat anak. Ada seni musik, seni vokal, seni rupa, seni tari. Pelajaran Penjaskes juga disesuaikan dengan minat anak. Tidak boleh ada paksaan. Mereka yang tidak bisa atau tidak mau bermain sepak bola misanya, ya bisa digantikan dengan permainan lainnya. Pos olahraga dalam Penjaskes adalah permainan tim, permainan individu, atletik, dan senam. Tidak boleh ada toxic gender bias di dalam Penjaskes untuk menjaga mental anak-anak. Mereka yang melakukan bullying akan langsung dikeluarkan dari sekolah karena melanggar pelajaran moral.

Untuk kelas 4 sampai dengan 6 SD

Pelajaran yang wajib adalah:

Sama seperti kelas sebelumnya, dengan tambahan pelajaran Ilmu Sosial, Ilmu Alam, Bahasa Inggris, dan Sejarah. Pelajaran Ilmu Alam di satuan pendidikan ini dikhususkan untuk pelajaran pengamatan langsung ke alam lebih banyak dan lebih sering. Anak akan sebulan sekali diajak untuk berekskursi ke lapangan. Pelajaran Ilmu Sosial dipisahkan dengan Sejarah. Sejarah lebih banyak mengenal Pahlawan Nasional, cerita-cerita yang heroik, yang ada hikmahnya. Sedangkan, pelajaran Ilsos lebih ditekankan untuk mengamati fenomena sosial di lingkungan sekitar, jual beli di pasar, tentang geografi Indonesia dan dunia pada umumnya. 

Pelajaran Berhitung di satuan ini ditekankan untuk menghitung luas, satuan-satuan, dan hal yang dasar lainnya. Makin meningkat, anak bisa belajar statistik dasar dengan mewawancarai teman-temannya tentang suatu topik, dan pelajaran-pelajaran lain yang banyak digunakan di kehidupan sehari-hari. Pelajaran MMB di satuan ini ditekankan untuk mulai mengunjungi perpustakaan dan membaca lebih banyak. Anak harus dilatih kepercayaan dirinya untuk story telling di depan kelas. Makin meningkat, anak diharapkan bisa mulai mencari informasi yang benar mulai dari koran, majalah, dan sumber informasi lainnya sesuai dengan minat pilihan mereka. 

Untuk SMP

Pelajaran yang wajib adalah:

Imtaq (tidak wajib di sekolah), Berhitung, MMB, Seni, dan Penjaskes masih melanjutkan dari jenjang SD dengan pos-pos pilihan (untuk Penjaskes dan Seni) yang sama. Bahasa Inggris berubah menjadi Bahasa Inggris TOEIC. Ilmu Alam dipecah menjadi dua, yakni Sains dan Ilmu Kebumian. Mengapa? Karena anak harus dikenalkan dengan mitigasi bencana sejak dini. Indonesia sekarang saja banyak hoaks bertebaran karena anak mudanya sendiri tidak mengerti bencana itu bagaimana. Ilmu Sosial dipecah juga menjadi dua, yakni Ilsos (ekonomi dan sosiologi) dan Pancasila. Sejarah dirangkum hanya Indonesia saja untuk diajarkan di tingkat SMP. Lema-lema sejarah harus diluruskan terlebih dahulu. Pengajar harus mengembalikan lagi ke anak untuk mereka riset sendiri terlebih sejarah yang mungkin mempunyai banyak versi. Moral di jenjang SD ditingkatkan menjadi Logika. Ini akan membantu pelajaran Pemrograman Dasar lanjutan dari pelajaran Komputer di SD. 

Pelajaran Logika akan mencoba membangun persepsi siswa agar berpikir sesuai kaidah logika. Bagaimana menelan informasi dari internet dan sebagainya. Di jenjang ini, diperkenalkan pelajaran Bahasa Daerah sebagai pengayaan dan softskill dan Bahasa Asing sesuai dengan minat anak (Mandarin dasar, Korea dasar, Spanyol dasar, Jepang dasar, Perancis dasar, atau Belanda dasar. Mengapa Mandarin Korea Jepang? Ya karena mereka macan Asia yang banyak mempunyai perusahaan di Indonesia. Kalau mereka mempelajari bahasa kita, kita juga jangan mau ketinggalan. Spanyol adalah bahasa terbanyak digunakan di dunia kedua di bawah Inggris. Perancis adalah gerbang bahasa Roman seperti Jerman dan Italia. Belanda? Bukan karena mereka menjajah kita, namun banyak peninggalan sejarah yang memang dalam bahasa Belanda. 

Nah, ini nih contoh pelajaran anak SMP dengan kurikulum 2045 ala-ala untuk mata pelajaran Ilmu Kebumian:

Materi Ilmu Kebumian dan Mitigasi Bencana SMP

Kelas 7

Geografi Indonesia


Kebencanaan Indonesia


Geologi Gunung Api Dasar


Mitigasi Bencana Gunung Berapi


Sejarah Vulkanisme Indonesia dan Dunia


Field Trip Kegunungapian 

Kelas 8

Mitigasi Banjir


Geologi Fluvial Dasar


Mitigasi Tanah Longsor


Mitigasi Angin Ribut


Mitigasi Bencana Buatan Manusia


Sejarah Pandemi

Kelas 9

Teori Tektonik Dasar


Mitigasi Gempa Bumi


Mitigasi Tsunami


Field Trip Geologi Kebencanaan


Metereologi Sederhana


Kolokium


Nah, di kelas 9, diadakan kolokium. Jadi. Sistem ujian akhirnya tidak dengan mengerjakan soal pilihan ganda yang tiba-tiba menentukan nilai kumulatif. Anak setelah menjalani studinya tiga tahun itu harus bisa memahami dan membuat sebuah presentasi portofolio untuk tema yang diangkat. Untuk tema yang diangkat, anak harus riset mandiri, melakukan eksperimen sendiri, dan membuatnya menjadi sebuah presentasi yang apik. Konsep ujian ini seperti pendadaran, selain bertanya tentang ide yang dipresentasikan, guru penguji juga akan bertanya materi dasar secara random dengan mengkombinasikannya dengan topik pembicaraan. 

Konversi nilai adalah nilai huruf. Ini yang akan dijadikan aspek untuk masuk SMA. Memang standar masing-masing sekolah akan berbeda tapi yang jelas orang di SMA akan mengetahui si anak ini bidang yang disukainya di mana. 


Untuk SMA

Seperti yang bisa dilihat di tabel di atas. Pelajaran di jenjang ini menjadi lebih banyak dan lebih spesifik. Mata pelajaran wajib bagi semua anak sampai kelas XI adalah: Imtaq, MMB, Bahasa Inggris TOEFL, dan Seni. Seni di jenjang ini mencakup seni olahraga, sehingga sebulan sekali berlari sudahlah cukup. Diharapkan masing-masing anak sudah mempunyai skor TOEFLnya masing-masing di akhir kelas XII. Begitu juga skor UKBInya di kelas XII. Tes UKBI menjadi wajib untuk mengukur nilai bahasa anak di jenjang kuliah. 

Lha bagaimana pelajaran lain??

Semua pelajaran itu adalah pilihan sesuai dengan minat anak saja. Mereka yang tidak ingin belajar matematika ya tidak perlu. Kan yang penting si anak sudah mempunyai skill berhitungnya hingga SMP. Di sini si anak bisa memilih satu hingga paling banyak tiga pelajaran pilihan sesuai minatnya. 

Mata pelajaran pilihan: Matematika (membahas mulai dari vektor hingga kalkulus dasar), Fisika, Kimia, Biologi, Geosains, Sejarah Dunia, Ekonomi, Sosiologi dan Antropologi, Tata Negara & Politik, Geografi, Pemrograman (sudah mulai menggunakan Python), Bahasa Asing pilihan sesuai yang disediakan sekolah, Kesehatan (tentang gizi nutrisi, anatomi, fisiologi, dll), dan Filsafat dasar. 

Semua mata pelajaran pilihan sudah mengacu ke jurusan di tingkat perkuliahan walaupun yang dibahas sangat mendasar. Setiap siswa diberikan video promosi dari masing-masing mapel pilihan, dan mencoba kelas hingga percobaan ke 4. Sesudah itu, anak tidak bisa berpindah mapel pilihan.

Misalnya untuk mapel pilihan Geosains:

Materi Geosains SMA

Kelas 10

Petrologi Dasar


Mineralogi Dasar


Geologi Struktur Dasar


Geomorfologi Dasar


Geokronologi


Dasar Survey Geologi

Kelas 11

Stratigrafi Dasar


Geofisika Seismik Dasar


Geofisika Non-Seismik Dasar


Metereologi & Klimatologi Dasar


Geologi Gunung Api Dasar


Geologi Minyak Bumi Dasar



Kenapa kelas XII kosong?

Bukan kosong. Kelas XII adalah saat mereka mengaplikasikan ilmu mereka dalam satu kelompok. Mereka akan diundi masuk dalam sebuah kelompok untuk membuat sebuah proyek sesuai dengan orang-orang di dalamnya. Siswa akan didorong untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar ada efeknya. Bisa dengan membuat alat, menciptakan penyuluhan untuk orang di desa, menjual sebuah produk yang unik, mendesain sebuah bangunan, dan sebagainya.

Untuk sebuah proyek pasti akan dibutuhkan orang yang akan belajar lebih banyak. Misalnya sebuah kelompok memutuskan untuk memproduksi sebuah produk dan memiliki toko misalnya. Kelompok itu harus menunjuk satu ketua proyek misalnya dari anak filsafat karena logikanya jalan, misalnya. Untuk bagian ide misalnya anak komputer yang bisa desain grafis. Untuk analisis budgeting bisa anak ekonomi atau matematika, analisis teknik ya anak sains, bagian promo berikan ke anak sosial, dan lain sebagainya yang bisa dilakukan. Dengan hal ini anak akan mempunyai porsinya masing-masing. 

Nah, fungsi guru di kelas XII ini sebagai tempat konsultasi. 

***

Begitulah pendidikan yang gue idam-idamkan untuk kurikulum 2045. Semoga Indonesia menjadi negara yang sejajar dengan negara lain di Eropa dan Asia Timur. Tingkat literasi meningkat, empati meningkat, nasionalisme baik, dan mengerti jatidiri bangsa dan negara, menjaga kebhinekaan, dan berakhlaq mulia. 

Walau sepertinya mewujudkannya susah karena terbentur pastiniya kemerataan guru dan geografis. Tapi, harusnya bisa dong, wahai Menteri Pendidikan.


:3

Komentar