2500 Dosen PTS di Jogja TIDAK Layak Mengajar ?

Sekitar 2.500 dosen di berbagai perguruan tinggi swasta (PTS) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditengarai belum memiliki jabatan fungsional. Sehingga mereka belum memenuhi kualifikasi akademik untuk mengajar.

"Dari 6.000 dosen di DIY, sekira 40% di antaranya belum memenuhi kualifikasi akademik untuk mengajar," kata Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) V DIY Budi Wignyo Sukarto di Yogyakarta, Selasa (12/8/2008).

Menurut Budi kondisi dunia pendidikan di DIY ini, merupakan cerminan situasi nasional. Di mana 40% dosen di Indonesia belum memenuhi kualifikasi mengajar. Untuk mengatasi hal tersebut, kata dia, ditargetkan hingga tahun 2014 seluruh dosen yang terdaftar di DIY sudah memenuhi persyaratan administratif sehingga memenuhi kualifikasi mengajar sesuai aturan yang berlaku.

"Sebetulnya menurut undang-undang tidak boleh mengajar. Tapi, kita mau menerapkan UU kan butuh waktu penyesuaian," tegasnya.

Di sisi lain Budi mengakui ada enam perguruan tinggi swasta (PTS) yang terancam ditutup jika tidak segera melaporkan kegiatan perkuliahan. Namun, Budi tidak menyebutkan PTS tersebut.

Dia mengatakan tidak bisa melakukan intervensi terhadap mekanisme penutupan PTS. Sejumlah program studi di PTS yang bersangkutan yang kurang diminati menurut Budi harus segera ditutup agar PTS itu bisa bertahan. Ia mengatakan beberapa di antara PTS berpeluang ditutup jika tidak segera menutup program studi (prodi) yang kurang diminati masyarakat.

"Seharusnya dalam semester ini sudah dilaporkan, jika tidak mengembangkan prodi yang relevan sebaiknya ditutup saja," ujarnya.

dilansir dari www.okezone.com
Seperti yang sering dielu-elukan, bahwa Jogjakarta adalah sebuah Kota Pelajar, namun seperti tidak dinyana sebelumnya, berita ini seperti sebuah tamparan keras bagi umur pendidikan di kota ini yang baru saja berbenah menuju ke sebuah era baru yang tentu saja lebih maju dari sekarang. Saking banyaknya PTS di kota ini tidak sebanding dengan banyak dosen/pengajar yang berkualitas, sehingga kota ini seperti mengalami krisis tenaga edukasi. Ho...ho hoho... tertarik menjadi pengajar ??? Ikutilah langkah temen kita, syaikhul... dia mau jadi tentor... hehehehe....

Komentar