Globalisme Agama...

Bulan puasa ini... sebenernya merupakan bulan penuh berkah dan ampunan... bulan yang sungguh mulia... bulan dimana setan pun terkungkung di dalamnya... Tapi di bulan ini pihak korporatokrasi pasti punya celah untuk sekedar meraup keuntungan... Misalnya dengan memperbanyak kusi-kusi ramadhan... memperbanyak sms ibadah... Halah... apa sih maunya itu semua... Secara ini bulan puasa, trus mereka memanfaatkan momen ini untuk men-globalisasikan Agama, khususnya Islam. Islam seakan "dijual" dengan gaya pedagang asonganyang berkeliaran setiap waktu di ruang-ruang baca maupun ruang televisi kita... mulai dari sahur sampai buka puasa... Sampai muak mendengarnya...

Sahur

Momen sahur bisanya di-isi oleh program kuis-kuis ramadhan yang menjanjikan... dengan pertanyaan yang orang-mati-sambil-hamil aja bisa dengan mudah korporasi ini meraup untung... Misalnya, pertanyaan nggak mutu itu,"Siapakah Nabi terakhir?"... dengan gaya lucu en jayus... sang presenter membacakan pilihan... A. Muhammad, B. Habib Rizieq, ato C. Mbah Maridjan.... Tanpa pikir panjang juga kita pasti tau jawabannya pasti A... tapi.. inilah trik marketingnya korporasi semacam ini... Lain hal dengan sinetron... sinetron dengan basis religi.. nampaknya dari sabang-merauke.. semacam terhipnotis dengan ini... ratingnya semacam naik selalu... tapi apa yang terjadi misalnya sinetron ala ini diputar di bulan Maret misalnya... pasti kalah dengan sinetron sekuler ala Indah, Fitri, Margiyem, Suminah, de el el....

Buka Puasa

Buka puasa identik dengan tanyangan kultum... ala ustad-ustad terkenal... en pasti nongolnya ya cuman di bulan ini... mana mungkin di bulan lain kalo nggak kepergok gosip mulai dari poligami sampai korupsi.. mungkin... udah gitu... majelis-majelis di seluruh indonesia ini pasti berlomba-lomba menghadirkan ustad-ustad itu agar jamaahnya jadi banyak... ini pemikiran bodoh... Ustad yang baik adalah ustad yang nggak cuman nongol di bulan puasa doang... en satu lagi.. nggak minta bayaran... kalo minta bayaran berarti ustad itu sama dengan "penjual ayat-ayat".

Waktu Senggang..

Waktu ini biasanya program-program TV ato apalah itu, pasti tidak ada sangkut-pautnya dengan puasa... kecuali iklan rokok ato iklan partai... Kalo enggak, pasti ada semacam acara kontes da'i cilik ato apalah... Apa negeri ini kurang ustad??? Apa negeri ini kurang Da'i? Trus Da'i macam apa yang akan dihasilkan oleh tayangan yang nggak mendidik ini... Da'i dipilih dengan SMS.. haduh-haduh.... model globalisasi yang akut.... Apa hasilnya nanti akan sama dengan ustad-ustad sekarang ini?? yang sistem pembayarannya udah pake paket A, paket B en paket C.. halah-halah udah kayak restoran fast-food...

Jadi, apa yang bisa kita lakukan??? Apakah akan terus seperti ini...??? Setidaknya kita tidak mengikuti jalan-jalan keuntungan mereka (korporasi) yang menjual agama sebagai alih-alih untuk meraup untung sebanyak-banyaknya....

Komentar