Refleksi Akhir Tahun


Akhirnya 2008 tinggal melangkah sehari haru..
Tiga ratus enam puluh enam pengalaman seru tertanam di dalamnya...
Ada canda, tawa, ria, suka, gembira..
Ada sedih, luka, putus asa...
Semua kandas, meretas, tercampur jadi satu paduan..
Aku ingin menghancurkan relung ini..
Hancurkan napas ini...
Yang ter-engah-engah menatapmu..

Januari yang hangat sehangat cinta di pelupuk mata,
Februari yang merintikan sejuta dendam,
Maret yang sibuk sesibuk nelayan di tapal batas,
April yang menelungkupkan kesempatan itu,
Mei yang tidak begitu ramah dan menyapa semua insan,
Juni yang gamang segamang alunan Mozart alla Turca,
Juli yang menawarkan segenggam jelaga kegembiraan,
Agustus yang terlalu menyilaukan hati ini dengan sinarnya,
September yang harus aku hilangkan dari sebelas bulan lainnya,
Oktober yang menghargai keikhlasan akan pengorbanan dan cinta,
November yang manis semanis buah berry di istana khayalan,
Desember yang memelukku denganlagu sumbang tahun lalu...

Hmff....
Aku tidak akan memutar kembali kaset yang kedua bagiannya telah rusak..
Aku ingin cahaya itu datang di sebuah permulaan kehidupan baru esok..
Aku ini bagai burung gagak yang kelelahan terbang kesana kemari..
Kini aku lindap,
Kini aku senyap...
Damai dimakan angin,
Sunyi dicerca matahari...

Maafkan aku kawan,
aku bukan seperti apa yang kau pikirkan dua hari yang lalu,
lima hari atau bahkan setahun yang lalu...
Tekadku bulat...
Hapus semua kenangan tahun malang ini dan
dan bersiap menanti keajaiban yang takkan terduga tahun depan...
Amin...

Komentar

Donjuan80jelek mengatakan…
Cantik. 2 jempol untuk puisi yg indah