Aliran Sesat di Blitar

Selain aliran sesat penyebah Jibril, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar mencatat ada lima aliran serupa yang bermunculan sejak tahun 2001 silam.

Sebagian besar aliran ini sudah dibubarkan, meski diakui beberapa pengikutnya diindikasikan masih bergerak. "Meski sudah dibubarkan kita tetap melakukan pemantauan terhadap semua aliran itu," ujar Sekretaris MUI Kabupaten Blitar Ahmad Su'udi di Jawa Timur, Kamis (12/2/2009).

Enam aliran menyimpang ini adalah Aliran Purbokayun di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun dengan ritual zikir perdukunan. Kemudian aliran Podo Bongso di Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, dengan ritual salat boleh menghadap ke mana saja.

Selanjutnya, Aliran Al Qiyadah Al Islamiyah di Desa Kademangan yang menganggap Ahmad Muzadek sebagai nabi, aliran tanpa nama di Desa Wonotirto dengan ritual salat menghadap ke timur dan free sex sesama pengikut.

Lalu, aliran tanpa nama di Desa Bangsari, Kecamatan Nglegok dengan ritual boleh salat sambil melakukan kegiatan lain, seperti salat Jumat sambil bekerja atau mencangkul di sawah, dan terakhir aliran Safaatus Sholawat pimpinan Suliyani di Desa Ngembul Kecamatan Binagun, dengan ritual menyembah Jibril atau roh kudus. (okezone)

Wah.. wah... kenyataannya semakin lama semakin terpecah juga ya umat beragama di Indonesia.. entah kenapa... Ya.. namanya juga sekulerisme sedang menjangkiti kita... hati-hati dengan propaganda.. hati-hati dengan rekayasa.. persuasi dari seorang ato sekelompok orang yang memberi sejenis aliran baru di luar agama kita sekarang...

Komentar