The Time is not Enough



Akhir-akhir ini kenapa gw nggak bisa mengkonstelasikan apa yang terjadi dengan apa yang ada dalam kehidupan diri ini.
Waktu udah gak pernah cukup, bahkan 24 jam untuk sekedar merenungi kesalahan apa yang pernah gw perbuat.
Serasa paradoks ini begitu mengalun mendominasi relung nasib gw.
Membuat luka yang takkan pernah ada vaksin obatnya walo harus merebus tulang ini dalam cawan penguasa keabadian.
Well, adalah udara ini menemaniku dalam kelalulalangan yang berisik ini.
Yes, apakah suara gw lindap dimakan retaknya kesabaran waktu yang sombong ini.
Fyuh, ini membuat gw sedikit terharu memikirkan bagaimana nasib pikir gw selanjutnya.
Pengen relax!!
Indeed, seminggu itu nggak cukup, sobat!

Komentar